Natijah Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw

Iklan Semua Halaman



.

Natijah Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw

Juwaini
Jumat, 05 November 2021
Reaksinews.id | Bireuen - Maulid merupakan satu kata sungguh familiar terdengar di telinga masyarakat muslim seluruh dunia, Aceh merupakan salah satu provinsi terkenal dengan perayaan maulid terbesar sepanjang masa. Setiap memperingati maulid" Masyarakat Aceh merayakannya selama empat bulan berturut-turut, dimulai sedari bulan rabiul awal, rabiul akhir, Jumadil ula hingga Jumadil akhir.

"Lalu kenapa maulid di aceh dirayakan selama empat bulan berturut-turut, sedangkan Nabi Muhammad Saw lahir hanya dalam satu waktu saja yaitu pada bulan Rabiul Awal. Berdasarkan dua pendapat, jawaban tersebut diketahui diantaranya,

Pertama" Dikarenakan terjadi perbedaan pendapat diantara para ulama, ada yang mengatakan nabi Muhammad Saw lahir pada bulan Rabiul Awal, ada juga yang menyimpulkan Rabiul Akhir, sementara ada yang mengatakan  Jumadil Ula, bahkan ada pula ulama yang mengatakan nabi lahir pada bulan Jumadil Akhir.

"Sehingga para ulama memutuskan bahwa Maulid dirayakan selama empat bulan tersebut.

Kedua" Pendapat ini bermula dari masa kerajaan sultan Iskandar muda, sekiranya dirayakan selama satu bulan saja, sangat tidak memungkinkan semua orang mampu merayakannya karena rezeki setiap orang berbeda-beda. Tidak semua orang mampu merayakannya dalam waktu yang bersamaan,

Sehingga" Sultan Iskandar muda memutuskan maulid dirayakan selama kurun waktu empat bulan.

Kesimpulannya adalah Natijah dan hikmah yang di dapatkan dari perayaan maulid tersebut diantaranya,

"Memperingati Maulid secara langsung akan mengajari anak-anak berzikir sejak dini, melalui lantunan berbagai zikir, beragam shalawat yang memuji nabi Muhammad Saw"Menggema hingga beberapa bulan lamanya di negeri serambi Mekkah pada setiap peringatan maulid,

Alhamdulillah", Dengan lantunan zikir mampu menarik perhatian semua ummat baik kalangan sesepuh, remaja, hingga di jenjang usia anak-anak" Inilah titipan warisan terindah untuk masyarakat Aceh dari sang pejuang Islam terdahulu ke anak cucu.

Selanjutnya" Setiap memperingati maulid, sejatinya mengajarkan kita untuk selalu menghargai nilai-nilai kebersamaan, baik itu berkumpul dengan masyarakat, saling membantu persiapan perayaan maulid, menikmati persediaan makanan secara bersama, 

"Saling menghormati antara satu dengan yang lainnya, sungguh ianya suatu keindahan yang barangkali tidak saban hari dapat kita melihatnya.
  
Sehingga" Hadirnya maulid, secara tidak langsung semakin mempererat hubungan silaturahmi baik dengan keluarga, tetangga, bahkan seluruh masyarakat seperti disinari "Natijah Berkah melalui cinta nan hakiki kepada Baginda nabi Muhammad Saw.

Penulis - Maulina 
Relawan GPPM Bireuen
Jumat, 05 November 2021