Dampak Lingkungan: Masyarakat 8 Desa Pertanyakan Limbah TPA Blang Bururu

Iklan Semua Halaman


.

Dampak Lingkungan: Masyarakat 8 Desa Pertanyakan Limbah TPA Blang Bururu

Juwaini
Minggu, 27 Februari 2022
REAKSINEWS.ID | BIREUEN -  Pengelolaan TPA Blang Bururu Kecamatan Peudada belum sesuai Standarisasi, limbah berupa Asap, Bau dan Lalat dipertanyakan oleh masyarakat 8 Desa Kecamatan Peulimbang Kabupaten Bireuen, Minggu (27 Februari 2022)

Ketua DPK APDESI Peulimbang, Zulbahri Hasan menyampaikan, pengelolaan sampah di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) Blang Bururu Kecamatan Peudada masih belum standar hingga hari ini, sehingga mengakibatkan dampak lingkungan seakan terabaikan,

Terkait perihal tersebut"Sepertinya Pemkab Bireuen, Dinas terkait"Terkesan menutup mata. Banyak masyarakat dari kecamatan peulimbang yang saban hari menghirup"Wanginya"Bau sampah yang sangat menyengat, sebut Zulbahri.

Sementara Imum Mukim Poeteumeureuhom, Tgk. Marzuki mengungkapkan, seharusnya Pemkab setempat lebih peka dalam hal pengolahan sampah dengan sistem yang terbarukan. Sehingga tidak berdampak terhadap lingkungan dan berimbas kepada kesehatan masyarakat,

Telah bertahun diusulkan pada setiap Musrenbang tingkat Kecamatan, namun hingga hari ini belum ada tanda-tanda terealisasi. Sehingga tidak lagi diusulkan karena selalu tersisih dari ditindak lanjuti ataupun Tersahuti, sudah jenuh, ujar Mukim Marzuki.

Keuchik Paloh Pupu, M. Aris Kaisar memaparkan, kondisi pengelolaan sampah di TPA Blang Bururu sepertinya menjadi penyumbang limbah yang dirasakan masyarakat hingga ke Kecamatan Peulimbang secara langsung oleh sejumlah 8 Desa diantaranya,

Desa Paloh Pupu, Jambo Dalam, Matang Kulee, Lancok Bungo, Teureungkom, Cot Geulumpang, Pu'uk hingga Padang Kasan. Ada kalanya kepulan"Asap"Menyelimuti seumpama Kabut di sekitar TPA hingga merambah ke sejumlah desa berdekatan,

"Acap kali masyarakat mengeluh terkait kondisi tersebut, bahkan diantara warga ada yang merasa"Sesak"Akibat Asap kiriman saat bernafas. Pasca Intensitas hujan tinggi, memang asapnya tidak terlihat, namun ketika cuaca kering, seketika itu juga kepulan asap merayap ke sejumlah desa. Seharusnya, Kesehatan masyarakat perlu juga menjadi pertimbangan pemerintah, papar Keuchik Paloh Pupu.

Drs. Murdani selaku Kadis DLHK (Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Kabupaten Bireuen kepada reaksinews.id mengatakan," Tidak ada asap disekitar lokasi TPA Blang Bururu Kecamatan Peudada, dikarenakan pembakaran sampah memang bertentangan (Salah) dari sisi aturan pengelolaan limbah sampah,

Tidak mungkin ada pembakaran, dikarenakan petugas (Mandor) yang ditempatkan dilokasi TPA merupakan salah satu dari perangkat desa setempat. Sekiranya pun ada"Maka akan segera ditindaklanjuti, karena asap tersebut berdampak langsung terhadap"Polusi Udara, ujar Murdani

Namun berkaitan'Bau'Suatu kewajaran dilingkungan TPA, tapi tidak juga hingga berpengaruh terlalu jauh dari lokasi pengelolaan. Menyangkut dengan keluhan masyarakat tersebut, DLHK akan segera meninjau langsung ke Desa-desa sekitar guna memastikan kondisi sebagaimana dikeluhkan,

Sistim pengolahan limbah akan dibenah secara bertahap, karena sangat bergantung langsung dengan APBK Bireuen. Namun telah diusulkan juga guna memaksimalkan TPA berkaitan dengan limbah sampah, Kadis DLHK Bireuen menjelaskan. (Red)