Sahuti Aspirasi Masyarakat: Komisi II DPRK Bireuen Tinjau TPA Blang Bururu

Iklan Semua Halaman


.

Sahuti Aspirasi Masyarakat: Komisi II DPRK Bireuen Tinjau TPA Blang Bururu

Juwaini
Selasa, 01 Maret 2022
REAKSINEWS.ID | BIREUEN - Mencuatnya keluhan masyarakat terkait limbah serta berdampak terhadap sejumlah desa, Menarik perhatian Wakil Rakyat DPRK Komisi II hingga meninjau langsung kondisi TPA Blang Bururu Kecamatan Peudada Kabupaten Bireuen, Selasa (29 Februari 2022)

Sejumlah Anggota DPRK Bireuen Komisi II meninjau kondisi pengolahan sampah di TPA Blang Bururu, kunjungan sebagi bentuk tindak lanjut terhadap aspirasi masyarakat terkait dampak lingkungan yang telah merambah hingga ke 8 desa dalam kecamatan peulimbang,

Kedatangan wakil rakyat disambut oleh oleh para Keuchik dari 2 Kecamatan (Peulimbang, Peudada) yang sudah sedia menunggu di lokasi TPA. Keluhan terhadap bau busuk disertai kepulan asap acap kali merayap hingga ke sejumlah desa, disampaikan kepada para DPRK,

Hibbah wangian"Surga Sampah"Telah bertahun mendera sebagian besar desa dalam kecamatan Peulimbang. Sedangkan lokasi areal TPA berada di wilayah kecamatan peudada, sehingga masyarakat tetangga hanya sebatas penerima dampak lingkungan, terabai dan terkesan seperti ada unsur kesengajaan 

Bagaimana bisa masyarakat kami merelakan penderitaan akibat asap dan bau limbah hingga ada yang berdampak terhadap kesehatan, sesak napas warga berpunca dari limbah. Sedangkan yang menerima Kompensasi hanya masyarakat lingkungan kecamatan peudada, papar Ketua Apdesi, Zulbahri Hasan turut diaminin oleh para Keuchik dari kecamatan peulimbang yang hadir.

Sementara Keuchik Arabungo Kecamatan peudada memberitahukan, terkait kompensasi akibat dampak lingkungan dari pengelolaan sampah di TPA, sebelumnya pihak dinas terkait telah berkomitmen untuk memperhatikan desa Arabungo, namun hingga hari ini hal tersebut belum wujud sebagai mana dijanjikan.

Menyingkapi keluhan para Keuchik, Surya Yunus dari rombongan wakil rakyat Partai PAN menyahuti aspirasi yang disampaikan dan akan berusaha menyampaikan dalam agenda musyawarah dengan para Anggota DPRK yang lainnya. Namun diharapkan kepada semua desa yang terdampak,

Membuat satu berita acara terkait persoalan tersebut dengan tertulis secara resmi ditujukan kepada Pemkab, serta tembusannya ke DPRK dan Dinas terkait. Dikarenakan akan menjadi satu landasan bagi DPRK dalam mendesak Pemkab Bireuen untuk segera ditindaklanjuti, ujar Surya Yunus.

Sementara Tgk. Sufyannur Fraksi PA dari Partai Aceh menyebutkan, menyangkut kondisi sampah di Blang Bururu merupakan persoalan Kabupaten Bireuen, bukan hanya sebatas antar dua kecamatan, maka harus dibahas ditingkat kabupaten

Dikarenakan itulah saya hadir hari ini ke lokasi TPA mewakili Ketua Fraksi walaupun berdomisili dan Dapil saya di Kecamatan Juli. hal tersebut perlu difahami bersama, persoalan Kondisi pengolahan sampah bukan persoalan kecamatan Peulimbang dan peudada, tetapi ini permasalahan sekabupaten bireuen, tutur Tgk Sufyannur.

Senada juga disingkapi oleh Taufiq Ridha dari partai PNA dan Ir. Zainal Abidin Fraksi Golkar partai Nasdem, kondisi pengolahan sampah di TPA Blang Bururu masih dikelola secara alam tanpa pengolahan yang tepat. Sehingga berbagai keluhan masyarakat terkait dampak pencemaran lingkungan belum disahuti oleh para pihak,

Sampah yang diangkut ke TPA berasal dari ujung timur hingga ujung barat dalam wilayah kabupaten Bireuen. Seharusnya pengolahan tersebut dikerjakan dengan sistem yang terbarukan. Sehingga sejumlah sampah Organik dan Non Organik dapat dipisahkan,

Apalagi menyangkut dengan kesehatan masyarakat yang diakibatkan oleh limbah kiriman dari TPA. Tapi kenapa hingga hari ini belum ada upaya dari pemerintah kabupaten Bireuen, kiranya perlu dipelajari bersama"Apa penyebabnya"Sehingga kondisi sebegini telah berjalan sejak dari beberapa tahun kebelakang, 

Persoalan seperti ini bukan suatu perkara biasa, kondisi seumpama ini perlu sesegera mungkin untuk ditindak lanjuti dan Pemerintah kabupaten Bireuen juga harus peka, karena berdampak terhadap kesehatan masyarakat banyak tentunya, ujar Taufik bernada kesal.

Amatan reaksinews.id, tidak ditemui keberadaan alat berat walau satu unit di areal TPA, Tinjauan sejumlah Anggota DPRK Bireuen Komisi II lokasi TPA, Senin (28/2) turut didampingi langsung 8 Keuchik dari kecamatan Peulimbang serta beberapa Keuchik lingkungan kecamatan peudada selain para perangkat dari masing-masing desa. 

Sementara para Keuchik berjanji akan sesegera mungkin menyiapkan berita acara terkait persoalan dimaksud dengan resmi secara tertulis, guna disampaikan kepada para pihak, baik menyangkut Audensi dengan Ketua DPRK, terhadap penanganan pengelolaan sampah di Blang Bururu.(Red)