Gawat...!! Ada Oknum Nakal Dalam Pelaksanaan Program BSPS Rumah Layak Huni

Iklan Semua Halaman


.

Gawat...!! Ada Oknum Nakal Dalam Pelaksanaan Program BSPS Rumah Layak Huni

Redaksi @ reaksinews.id
Minggu, 20 November 2022
Foto: Ilustrasi Oknum Nakal, Manfaatkan progam BSPS (19/11)

BANDA ACEH I Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Dirjend Perumahan terus mendorong keterlibatan masyarakat melalui Program Padat Karya Tunai (PKT) dalam pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). 

Program BSPS ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup para penerima bantuan dengan memiliki rumah yang lebih layak, sehat dan nyaman.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri PUPR Nomor 115/KPTS/M/2022 tentang Besaran Nilai dan Lokasi BSPS Tahun Anggaran 2022, ditetapkan bahwa besaran nilai BSPS terbagi menjadi tiga. Pertama, lokasi regular di luar Papua dan Papua Barat senilai Rp20 juta. Dengan alokasi untuk pembelian bahan bangunan sebesar Rp17,5 juta dan Rp2,5 juta untuk upah pekerja.

Namun disesal dan sayangnya terkait program tersebut ada oknum yang memanfaatkan situasi dengan mencari keuntung secara pribadi dan kelompok tertentu.  

Sejumlah penerima manfaat pada program BSPS didalam wilayah kecamatan Birem Bayeun, Aceh timur kepada awak media Minggu (20/11/2022) mengaku, kalo dihitung secara rinco material yang mereka terima tidak tidak sampai Rp 10 juta rupiah selain itu biaya tukang juga ada dipotong." katanya.

"Coba kalo kita hitung material yang diberikan sama kami seperti batu bata jumlahnya sekitar 1500 buah, seng 9 paret 25 lembar, semen 21 zak papan untuk dinding 33 lembar, papan untuk resplang 6 lembar, broti ukuran 3 x 3 6 batang, broti ukuran 2x2 dan ukuran 2x3 total 33 lembar, paku 1 kg, pasir setengah damtruk kerikil juga setengah damtruk, besi 10 mm 10 batang dan besi ukuran 4 mm hanya 12 batang. Ini kami yang pondasi dari nol sedangkan rumah yang sudah pondasinya tidak sampai sepeti kami yang buat pondasi dari nol.

Terkait dengan persoalan tersebut Ilham Pangestu Anggota DPR RI kepada awak media Sabtu(19/11/2022) menyampaikan, "itu pekerjaan oang dilapangan yang tidak bertanggungjawab, lebih baik didemo jadi biar jelas siapa pelakunya, semoga ada tindakan dari pihak terkait, kita yang berjuang mati matian untuk kepentingan masyarakat banyak justru ada orang yang nakal." ungkap nya.(Wr)