Kadistanbun Bireuen Ajak Penyuluh Sinergi Atasi Problematika Petani

Iklan Semua Halaman


.

Kadistanbun Bireuen Ajak Penyuluh Sinergi Atasi Problematika Petani

Redaksi @ reaksinews.id
Jumat, 26 Januari 2024
Foto: Kunjungan kerja Kadistanbun Bireuen ke BPP Kecamatan Gandapura (25/1)

BIREUEN- REAKSINEWS.ID | Wujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan, Kadistanbun Bireuen ajak dan dorong Penyuluh bersinergi. Mulyadi SE MM, penyuluh memiliki peran strategis dalam konteks pelayanan petani, Kamis (25 Januari 2024)

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Bireuen, Mulyadi SE MM dalam kunjungannya mengajak dan mendorong penyuluh pertanian bersinergi mewujudkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan,

"Ungkap Mulyadi didepan penyuluh pertanian Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gandapura dalam kunjungan kerjanya, Kamis (25/1)

Foto: Pertemuan Kadistanbun Bireuen dengan Penyuluh dengan penyuluh di BPP Gandapura (25/1)

Kepala Dinas turut melakukan observasi terhadap gambaran persoalan masyarakat petani yang kerap dihadapi setiap kali musim tanam.

"Penyuluh lebih memahami kendala-kendala di lapangan yang hadapi petani, baik itu menyangkut ketersediaan pupuk, hingga optimalisasi pemanfaatan halaman pekarangan rumah,

Dalam mendukung peningkatan produksi pertanian bermuara pada kesejahteraan ekonomi masyarakat." Hal itu merupakan suatu aspek yang dianggap krusial,

Tentunya segenap jajaran BPP Gandapura sinergi berupaya mencari solusi guna mengatasi problematika petani. Karena penyuluh memiliki peran strategis dalam konteks pelayanan dan pembinaan masyarakat petani, ajak Kadis diakhir pertemuan.

Sebelumya Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Abdul Aziz SP dalam laporannya menyebutkan, Kecamatan Gandapura memiliki luas areal sawah mencapai 1.159 Ha yang tersebar di 42 Desa (Gampong), dengan rata-rata produksi mencapai 7 Ton gabah per panen setiap Ha.

Produksi tersebut berupa suatu prestasi membanggakan yang tidak terpisahkan dari peran aktif rekan-rekan penyuluh, meskipun sebagian besar sawah-sawah milik petani berstatus tadah hujan, sebut Aziz.

Guna memenuhi kebutuhan pengairan pertanian, masyarakat petani berharap kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen dapat membantu sekurang-kurangnya sepuluh (10) unit pompa elektrik untuk penunjang kebutuhan air. 

Pompa elektrik ini penting dan lebih efektif jika dibandingkan dengan pemakaian mesin menggunakan BBM bersubsidi yang pengoperasiannya sangat terbatas. 

Dengan adanya bantuan fasilitas ataupun sarana tersebut, diharapkan pertanian di Gandapura terus berkembang menuju tingkat produktivitas yang lebih optimal musim-musim mendatang,

Terima kasih dan apresiasi kepada Kadistanbun Bireuen, Kabid, Kasie, dan staf telah meluangkan waktu mengunjungi  BPP Gandapura yang merupakan kecamatan paling ujung ditimur Kabupaten berjulukan 'Kota Santri'. pungkas Abdul Aziz SP.(Red)